Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • GUI-de 7:36 am on May 10, 2013 Permalink | Balas
    Tags: hampir kena tipu perumahan, malang jawa timur, nomor penipu perumahan, pengembang perumahan, penipuan, perumahan malang   

    Hampir Kena Tipu Angsuran DP Perumahan di Malang, Jawa Timur 

    Sekedar berbagi pengalaman untuk para internet surver baik yang sedang mencari perumahan atau sudah mulai mengangsur perumahan. Ceritanya begini, saya sekeluarga saat ini sedang membeli mengangsur DP untuk membeli perumahan di Malang, Jawa Timur. Di perumahan yang kami ambil memang ada peraturan yang mewajibkan membayar DP meskipun rumah tersebut belum dibangun dengan alasan bahwa ketika nanti ditengah jalan sebelum proses KPR dimulai tiba-tiba kami mengundurkan diri untuk tidak mengambil calon rumah tersebut maka tidak dikenakan denda (tetapi meskipun mengundurkan diri ketika bangunan belum ada tetap kena denda sebesar 5% dari total biaya perumahan, memang ada selisih denda lebih banyak jika mundur ketika rumah sudah ada, inilah trik dari pengembang mengikat calon pembelinya yang memang merugikan bagi calon pembeli, tapi mau bagaimana lagi memang butuh rumah), sebenarnya kami agak gelisah dengan hal ini, tetapi kemudian kami menghubungi bank penyedia KPR untuk pengembang perumahan tersebut mengenai reputasi pengembang selama ini. Dari pihak bank mengatakan bahwa pengembang tersebut sudah menggarap perumahan dibeberapa tempat dan selama ini tidak ada masalah, artinya reputasi pengembang tersebut bisa dikatakan baik.

    Bertanyalah/konsultasi kepada bank sebelum Anda mengambil KPR, jangan mengandalkan informasi hanya dari pengembang.

    Saya disini tidak menyampaikan siapa nama pengembangnya, karena permasalahan “hampir kena tipu” ini (bisa jadi) bukan dari pihak pengembang.

    Saya lanjutkan. Angsuran pertama untuk DP dua hari sebelum tulisan ini diposting sudah kami bayarkan. Pembayaran kami memang sengaja kami dahulukan sebelum jatuh tempo (tiap tanggal 10) untuk menghindari sesuatu yang dapat menggagalkan angsuran kami untuk menghindari denda. Namun tiba-tiba istri saya sekitar jam 1:30 malam mendapat sms yang berisi:

    “mengenai pembayaran ansuran anda harap menghubungi pimpinan finance kami dulu di 0816934853.masalahnya ada sedikit perubahan,terimah kasih” [Pengirim sms: 085770408059.

    Dari isi sms maupun cara penyampaiannya yang tidak wajar (tengah malam sms) sebenarnya sudah mengindikasikan bahwa itu sms penipuan. Tapi anehnya, sebenarnya yang mengetahui bahwa kami sedang mengambil perumahan dengan data-data kami (nama, no. Hp, dan lain-lain) adalah hanya keluarga kami dan pihak pemasaran (dua orang) serta manajer pengembang perumahan tersebut. Lantas dari mana penipu tersebut mengetahui nomor kami dan mengetahui kalau kami sedang mengangsur DP untuk perumahan tersebut?? Saya dan istri merasa was-was, dan berencana untuk mengundurkan diri sebelum kehilangan lebih banyak. Tetapi kemudian kami putuskan untuk menghubungi manajer perumahan tersebut terlebih dahulu. Dan ketika saya hubungi, manajer tersebut mengatakan bahwa tidak ada perubahan apapun dari angsuran DP perumahan. Jadi memang nomor tersebut adalah nomor penipu perumahan. Semoga pihak pengembang perumahan tidak terlibat dalam aksi rencana penipuan yang kami alami (meskipun ragu).

    Dengan bismillahirrohmanirrohim, kami sekeluarga meneruskan pengambilan perumahan tersebut. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberi petunjuk sehingga kami sekeluarga terhindar dari upaya-upaya orang yang ingin bertindak jahat kepada keluarga kami. Aamiin Allahhumma aamiin…

    Jika ada teman-teman blogger atau yang punya cerita tentang perumahan boleh memberi saran kepada kami, saran sangat kami nantikan.

    Demikian yang bisa saya tulis di blog ini, semoga memberi manfaat untuk para pembaca.

     
  • GUI-de 8:17 am on May 9, 2013 Permalink | Balas
    Tags: Emansipasi Wanita, Eyang Subur, HAM, Poligami   

    Kasus Eyang Subur Aneh 

    Aneh.. Aktivis Femenis, Liberal dan HAM tidak ada suara menentang praktek poligami yang dilakukan oleh Eyang Subur yang jelas-jelas sudah tidak sejalan menurut pandangan para aktifis tersebut. Di mana penggiat emansipasi wanita? Jika wajib menutup aurat saja katanya bertentangan dengan HAM dan emansipasi wanita.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal