Kode Etik Profesi

Kebanyakan orang menganggap bahwa pekerjaan itu sama dengan profesi, sehingga orang beranggapan bahwa semua pekerjaan itu merupakan suatu profesi. Padahal tidak semua pekerjaan itu merupakan suatu profesi. Yang dimaksud degan profesi itu adalah :

· Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.

· Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purnawaktu).

· Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.

· Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

Setelah memahami arti dari profesi tersebut, maka sekarang kita tinjau arti dari kode. Kode dapat diartikan sebagai tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.

Sedangkan Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.

Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa Kode Etik Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari (Menurut UU No.8 [Pokok-Pokok Kepegawaian])

Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri.

Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan, dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki, yang tidak dipaksakan dari luar. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri. Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi, lengkap, tanpa catatan, dalam bahasa yang baik, sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik.

Dari pengertian Kode Etik Profesi tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari Kode Etik Profesi adalah :

· Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.

· Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.

· Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.

· Untuk meningkatkan mutu profesi.

· Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.

· Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.

· Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

· Menentukan baku standarnya sendiri.

Selain tujuan di atas dapat disimpulkan pula bahwa fungsi dari Kode Etik Profesi adalah :

· Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.

· Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.

· Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

Sanksi dari pelanggaran Kode Etik Profesi adalah Sanksi moral dan Sanksi yang dikeluarkan dari organisasi masing-masing.

Selain itu Kode Etik Profesi juga memiliki kelemahan-kelemahan. Kelemahan-Kelemahan dalam Kode Etik Profesi adalah :

· Idealisme yang terkandung dalam kode etik profesi tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di sekitar para profesional, sehingga harapan terkadang sangat jauh dari kenyataan.

· Memungkinkan para profesional untuk berpaling kepada kenyataan dan mengabaikan idealisme kode etik profesi. Kode etik profesi bisa menjadi pajangan tulisan berbingkai.

· Kode etik profesi merupakan himpunan norma moral yang tidak dilengkapi dengan sanksi keras karena keberlakuannya semata-mata berdasarkan kesadaran profesional.

· Memberi peluang kepada profesional yang untuk berbuat menyimpang dari kode etik profesinya.

Beberapa faktor yang menyebabkan pelanggaran – pelanggaran Kode Etik Profesi adalah :

· Pengaruh sifat kekeluargaan

· Pengaruh jabatan

· Pengaruh konsumerisme

Sebagai contoh penerapan Kode Etik Profesi, berikut akan dibahas tentang Kode Etik seorang Profesional dalam bidang Teknologi Informasi (TI ) yaitu :

· Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.

· Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user ; ia dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya : hacker, cracker, dll).