Konsumen Cerdas, Memahami Perlindungan Konsumen di Era Perkembangan Perekonomian

Pertumbuhan Indonesia dari tahun ke tahun semakin baik. Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008), pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Misalnya pertumbuhan ekonomi pada tahun 1998 minus 13,1% menjadi plus 0,8% antara tahun 1999-2000, dan terus mengalami kenaikan pada tahun 2000 sebesar 4,9%. Meskipun sempat turun pada tahun 2001 sebanyak 1,4%, ekonomi Indonesia masih bisa bangkit hingga menembus angka pertumbuhan sebesar 6,4% pada tahun 2008.

 pertumbuhan-ekonomi

Sumber: http://www.presidenri.go.id/index.php/indikator/

 

Pada tahun 2012 menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi dari negara-negara ASEAN, yaitu sebesar 6,5%. Hal senada juga diungkapan wakil presiden RI Boediono ketika kunjungan kerja di UIN Maulana Malik Ibrahim di kota Malang-Jawa Timur, baru-baru ini, beliau mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya kalah oleh China, tetapi unggul dari sejumlah negara besar di dunia seperti Rusia, Brasil dan India, yang dikenal dengan kelompok BRIC.

 Tingginya pertumbuhan ekonomi ini juga tidak terlepas dari indeks pembangunan masyarakat Indonesia yang semakin meningkat seiring lebih banyaknya lapangan pekerjaan yang terbuka. Menurut Kementrian  Koperasi dan UKM, pertumbuhan disektor Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia unggul dikalangan negara-negara ASEAN. UKM di Indonesia merupakan sektor penting yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, khususnya diwilayah daerah.

indekspembangunan

Tabel indeks pembangunan manusia Indonesia (sumber BPS)

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini ternyata juga berdampak pada naiknya kebutuhan rakyat dan pemerintah. Berdasarkan data yang diperoleh dari Sekretariat Negara Republik Indonesia yang mengacu pada Badan Pusat Statistik Indonesia, dalam rentang 10 tahun (2001-2010) konsumsi rumah tangga selalu mengalami kenaikan setiap tahun. Kenaikan kebutuhan ini ternyata masih belum bisa ditangani oleh produksi dalam negeri. Terbukti bahwa untuk mencukupi kebutuhan rakyat, pemerintah harus melakukan impor setiap tahun dan dalam jumlah yang terus meningkat.

 datakonsumsidaneksporimpor_BPS

Sumber: http://www.setneg.go.id

Ekspor Indonesia menurut data di atas juga terus meningkat, bahkan rata-rata melebihi nilai import. Tetapi yang menjadi perbedaan adalah jenis komoditinya. Jika impor Indonesia lebih pada impor bahan baku, barang modal, dan barang konsumsi yang bisa menyentuh langsung pada rakyat. Maka ekspor Indonesia lebih pada barang mentah seperti hasil pertambangan dan perkebunan.

Kenaikan produksi dari UKM dan perusahaan dalam negeri serta import ternyata menimbulkan masalah tersendiri. Hal ini terkait pada perlindungan rakyat sebagai konsumen produk-produk tersebut.

Perlindungan terhadap konsumen merupakan masalah yang rumit tetapi memang wajib dilakukan. Negara yang perekonomiannya dikatakan baik apabila perputaran uangnya cepat, mempercepat perputaran uang salah satunya dengan perdagangan, tetapi apabila sesuatu yang diperdagangkan tidak memenuhi standar peraturan maka akan timbul kerugian, baik kerugian yang diderita oleh masyarakat langsung maupun kerugian negara.

 

Konsumen Cerdas, Memahami Perlindungan Konsumen di Era Perkembangan Perekonomian


Pemerintah melalui Kementrain Perdagangan (Kemendag) telah berusaha untuk membendung produk-produk yang melanggar peraturan. Hasil pengawasan Kemendag selama kurun waktu 2012 menemukan sebanyak 621 produk yang diduga tidak memenuhi peraturan. Dari temuan tersebut sebanyak 61% merupakan produk impor, dan 31% merupakan hasil produksi dalam negeri. Sebanyak 34%  diduga melanggar peraturan SNI, 22% diduga melanggar Manual dan Kartu Garansi, 43% diduga melanggar ketentuan label dalam Bahasa Indonesia, serta 1% diduga tidak memenuhi ketentuan produk yang diawasi distribusinya.

 91212

Gambar contoh produk yang tidak berstandar SNI

Peranan masyarakat sebagai konsumen tentunya sangat penting. Konsumen harus cerdas dalam memilih dan memilah mana yang baik dan benar untuk kesehatan, keamanan, keselamatan dan lingkungan hidup (K3L) dari berbagai produk yang dibutuhkan. Konsumen harus teliti, jangan mudah terbuai dengan iklan-iklan yang ditawarkan. Hal ini berlaku bagi semua jenis perdagangan, baik perdagangan yang memanfaatkan teknologi internet (jual-beli online) maupun yang konvensional. Seorang konsumen harus dan berani memperjuangkan haknya apabila barang/jasa yang dibelinya tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan tidak sesuai dengan yang diperjanjikan, tetapi konsumen juga harus mengerti akan kewajibannya.

 

Hal ini berlaku bagi semua jenis perdagangan, baik perdagangan yang memanfaatkan teknologi internet (jual-beli online) maupun yang konvensional.


Berikut ini hak-hak konsumen:

  • Mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan
  • Memilih barang/jasa yang akan digunakan
  • Memperoleh informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa
  • Didengar pendapat dan keluhannya
  • Mendapatkan Advokasi
  • Mendapat pembinaan
  • Diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
  • Mendapatkan ganti rugi/kompensasi


Berikut ini merupakan kewajiban konsumen:

  • Membaca atau mengikuti petunjuk/informasi dan prosedur pemakaian
  • Beritikad baik dalam melakukan transaksi
  • Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati
  • Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen

 

Lantas, bagaimana caranya menjadi konsumen yang cerdas? 

 Berikut ini merupakan kiat-kiat menjadi konsumen yang cerdas:

  • Tegakkan Hak & Kewajiban Anda Selaku Konsumen, apabila barang/jasa yang dibelinya tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan tidak sesuai dengan perjanjian.
  • Teliti Sebelum Membeli. Minimal pembeli melihat secara kasat mata untuk mengetahui kondisi dari barang dan/ atau jasa tersebut. Bagaimana dengan barang online? Ya, online memang lebih sulit kita melihatnya, tetapi apabila dirasa ragu maka mintalah penjual untuk memfoto sebagian atau seluruh sisi dari barang tersebut, hal ini untuk meyakinkan calon pembeli terhadap barang yang akan dibelinya.
  • Perhatikan Label, MKG, dan Masa KadaluarsaDalam label dicantumkan antara lain : komposisi, manfaat aturan pakai, dan masa berlaku. Dalam MKG terdapat rentang waktu berlakunya garansi dan syarat-syarat garansi.
  • Bila membeli produk telematika dan elektronika harus dilengkapi dengan petunjuk penggunaan (manual) dan kartu jaminan garansi purna jual dalam bahasa Indonesia.

 

Lantas jika ada masalah mengenai pembeliannya, ke mana konsumen mengadu?

1. Pelaku Usaha, adalah individu/organisasi yang menjual barang/jasa. Hal ini merupakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk menyelesaikan dengan jalan damai.

2LPKSM (Lembaga Perlindungan Konsumen Sadaya Masyarakat), apabila:

  • Anda tidak mencapai jalan damai dengan pelaku usaha sehingga membutuhkan mediasi dan advokasi untuk mendapatkan ganti rugi atas penggunaan barang dan jasa yang tidak sesuai dengan persyaratan ;
  • Anda memerlukan satu gerakan advokasi dan dukungan kelompok dalam bentuk class action.

3. BPSK (Badan Penyelesaiaan Sengketa Konsumen), apabila anda tidak mencapai jalan damai dengan pelaku usaha dan ingin menyelesaikan di luar pengadilan, melalui: Mediasi, Konsiliasi dan Arbitrasi.

4. Pemerintah, Dinas Indag Provinsi/Kabupaten/Kota, Unit /Instansi  Pemerintah terkait lainnya.

  • Pos Pengaduan dan Pelayanan Informasi Direktorat Pemberdayaan Konsumen; Hotline: 021-344183 ; Email: kip-dpk@kemendag.go.id
  • Sistem pengawasan Perlindungan Konsumen Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, melalui : http://siswaspk.kemendag.go.id

5. Pengadilan, apabila permasalahan antara konsumen dan pelaku usaha tidak dapat diselesaikan di luar Pengadilan.

Dengan menjadi konsumen yang cerdas, maka perkembangan model perdagangan dalam bentuk apapun akan menjadi mudah dan diuntungkan. Mari kita menjadi Konsumen Cerdas, Memahami Perlindungan Konsumen di Era Perkembangan Perekonomian.

banner300x250

Sumber Referensi:

  • Website Direktorat Standarisasi dan Perlindungan Konsumen. (http://ditjenspk.kemendag.go.id/ ). Diakses 25 Maret 2013.
  • Website Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. (http://www.presidenri.go.id). Artikel berjudul “10 tahun Terakhir yang Membanggakan”. Diakses 26 Maret 2013.
  • Website Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI. (http://www.depkop.go.id). Artikel berjudul “UKM Indonesia Cukup Unggul di ASEAN”. Diakses tanggal 26 Maret 2013.
  • Website Sekretariat Negara Republik Indonesia. (http://www.setneg.go.id). Dalam dokumen yang berjudul “Analisis Kebijakan Ketahanan Ekonomi Indonesia”. Diakses 26 Maret 2013
  • Website Badan Pusat Statistik. (http://www.bps.go.id). Diakses 26 Maret 2013
  • Website Koran Tempo. (http://www.tempo.co). Berita yang berjudul “2013, Produk Impor Kian Banjiri Indonesia”. Diakses 26 Maret 2013
  • Website Malang Online (http://news.malang-online.com). Dalam berita yang berjudul “Wapres Resmikan Gedung Pascasarjana UIN”. Diakses 26 Maret 2013