Peresmian UIN Malang

PERESMIAN KAMPUS DAN PEMBERIAN NAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG OLEH BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

susilo-bambang-yudhoyonoTanggal 26 Januari 2009 akan menjadi hari yang bersejarah bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, karena pada tanggal tersebut, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono berkenan hadir untuk meresmikan pembangunan kampus megah ini. UIN Malang memiliki luas lahan 13 Ha dengan 19 bangunan utama, total luas bangunan seluruhnya 71.475.71 m2. Pembangunan gedung UIN) Malang bersumber dari pendanaan Islamic Development Bank (IDB) melalui Surat Persetujuan IDB No. 41/IND/1287 tanggal 17 Agustus 2004 sebesar US$ 34.379.000,00 (Tiga Puluh Empat Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu US Dolar).

Ada 4 (empat) nama baru yang diajukan. Presiden berkenan memilih salah satu nama tersebut untuk dianugrahkan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Nama-nama yang dimaksud adalah: (1) Maulana Malik Ibrahim (2) Ulul Albab (3) Sunan Drajat (4) Ibnu Sina.

Prosesi upacara peresmian dimulai pukul 13.00 sampai dengan 16:30 ini akan dihadiri oleh 3500 undangan, terdiri dari pejabat pemerintah propinsi dan kabupaten se-Jawa Timur, pimpinan perguruan tinggi swasta dan negeri se-Malang Raya, pimpinan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri se-Jawa Timur, pimpinan pondok pesantren se-Jawa Timur, Duta Negara Sahabat, pejabat IDB dan segenap civitas akademika UIN Malang.

Dalam acara ini pula akan diserahkan sertifikat ISO 9001:2000 yang telah diraih oleh UIN Malang sebelumnya. Setelah acara inti yaitu penandatanganan dan pemberian nama oleh Presiden, acara terakhir adalah dialog bersama antara Presiden dan pimpinan PTAIN, PTN dan PTS yang hadir.

Data selengkapnya tentang acara peresmian dan pemberian nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang ini dapat di download di sini.