Tagged: Penerapan Etika Profesi Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • GUI-de 2:53 pm on June 22, 2011 Permalink | Balas
    Tags: , Penerapan Etika Profesi   

    Etika Berkomunikasi dalam IT 

    ð  Etika ber-email

    Menulis dan Mengirim Email

    • Tulislah dalam bahasa yang sopan dan singkat agar mudah dimengerti.
    • Gunakan jenis tulisan, warna dan ukuran yang standar (Times New Romans, Arial, dll yang biasa digunakan untuk komunikasi formal) dan hindarkan penulisan dalam huruf kapital dalam satu kalimat penuh.
    • Pastikan nama-nama penerima pesan yang dituju, jangan ada yang tertinggal dan jangan salah alamat apalagi apabila ada nama yang sama. Periksa apakah alamat emailnya adalah yang ter-update.
    • Siapa saja yang harus menerima cc email anda, apakah atasan langsungnya untuk mengetahui atau sekretaris supaya bisa membantu follow up, pastikan semua pihak terkirim.
    •  Apabila anda menghendai untuk direspon segera atau sampai pada batas waktu tertentu, silakan tuliskan dateline waktu yang anda kehendaki. Contoh: Kami tunggu konfirmasinya paling lambat Selasa, 23-Feb-2010 jam 12.00.
    • Khusus untuk surat yang bersifat masal tetapi anda menghendaki response masing-masing, sebutkan bahwa penerima tidak perlu me reply all kepada seluruh alamat tetapi cukup reply ke anda atau plus beberapa orang misalnya.
    • Apabila terdapat lampiran (attachment), pastikan filenya tidak terlalu besar sehingga bisa terkirim dan diterima baik oleh penerima dan loading filenya tidak memakan waktu lama. Attachment file harus dipastikan menggunakan program yang bisa dibuka oleh si penerima. Demikian juga apabila menyertakan foto atau gambar pada body email, usahakan seminimal mungkin supaya file tidak berat.
    • Sertakan nama dan alamat serta Divisi atau Bagian pekerjaan anda dan nomor telepon dan fac. yang bisa dihubungi.
    • Cek sekali lagi nama dan alamat email tujuan dan cc, pastikan subject terisi dengan benar dan periksa content email sebelum anda klik tombol KIRIM.
    • Gunakan alamat email kantor untuk kepentingan bisnis dan alamat email pribadi untuk urusan pribadi.

     

    Menerima dan Membalas Email

    • Supaya waktu anda tidak habis karena “terjebak” menjawab email, alokasikan waktu tertentu misalnya sehari 3 kali masing-masing 20 menit untuk membaca dan meresponse email yang masuk. Email yang “urgent” harus segera dibalas meskipun anda belum memiliki jawaban yang tuntas.
    • Gunakan kalimat dan tulisan yang sopan. Contoh: menjawab email dari atasan atau kolega bisnis jangan hanya dengan kalimat sepenggal seperti “ ok pak” atau “beres” tapi harus ada ringkasan singkat mengenai inti email baru kemudian ditambahkan response anda.
    • Segera hapus apabila ada email dari alamat yang diragukan atau dicurigai spam/ virus, juga email yang mengarah ke pornography atau kejahatan lainnya. Hindarkan juga memforward email berantai apalagi menggunakan email kantor.
    •  Jangan memforward email yang bersifat pribadi kepada orang lain atau milis, ini tidak etis.
    • Apabila email dari pengirim perlu diresponse oleh semua orang, misalnya minta pendapat atau minta kesepakatan waktu, maka anda harus mereply all dari email yang terakhir. Hal ini menghindari adanya jawaban yang terlewat.
    • Seleksi benar sebelum mereply all, kalau tidak perlu, cukup menjawab dengan mereply ke pengirim saja.
    • Cek sekali lagi nama dan alamat email pengirim dan cc dan periksa content email sebelum anda klik tombol KIRIM.

     

    ð  Etika Chatting

    • Gunakan bahasa yang sopan dan tidak menggunakan bahasa yang vulgar
    • Hindari menggunakan huruf kapital. huruf kapital diibaratkan sebagai teriakan/shouting.
    • Jangan sekali-kali menggunakan spamming/advertising yang berarti mengirim pesan  secara beruntun dan dalam jumlah yang sangat besar.
    • Hindari penggunaan warna yang berlebihan.
    • Berlaku sopan dan halus pada siapa saja. jika anda berlaku sopan, anda akan mendapatkan prilaku yang sama.
    • Hindari pertengkaran sengit. pertengkaran akan mengakibatkan chatter lainnya terganggu, chat room adalah tempat untuk berteman bukan mencari musuh.

     

    ð  Etika ber-internet

    • Internet tidak digunakan sebagai sarana kejahatan bagi orang lain, artinya pemanfaatan internet semestinya tidak untuk merugikan orang lain baik secara materiil maupun moril.
    • Internet tidak digunakan sebagai sarana mengganggu kinerja orang lain yang bekerja menggunakan komputer. Contoh riil adalah penyebaran virus melalui internet.
    •  Internet tidak digunakan sebagai sarana menyerobot atau mencuri file orang lain
    • Internet tidak digunakan untuk mencuri, contoh pengacakan kartu kredit dan pembobolan kartu kredit.
    •  Internet tidak digunakan sebagai sarana kesaksian palsu.
    • Internet tidak digunakan untuk mengcopy software tannpa adanya pembayaran
    • Internet tidak digunakan sebagai sarana mengambil sumber – sumber penting tanpa adanya ijin atau mengikuti aturan yang berlaku.
    • Internet tidak digunakan untuk mengakui hak intelektual orang lain
    • Bertanggung jawab terhadap isis pesan yang disampaikan
    • Menggunakan internet untuk keperluan berarti serta saling menghormati antar pengguna internet.

    sumber: wawawa.lupa.he

    Iklan
     
  • GUI-de 10:20 am on June 20, 2011 Permalink | Balas
    Tags: Penerapan Etika Profesi, Project Manager   

    Tugas dan Tanggung Jawab Project Manager 

    Peran dari seorang Project Manager

    Seorang project manager mempunyai tanggung jawab dan tugas yang bermacam-macam, tidak hanya terfokus pada hal-hal yg teknis sifatnya.

    Bagaimana layaknya seorang project manager harus mempunyai kemampuan membuat tim proyek agar tetap solid, mampu memonitor dan mengontrol budget dengan membuat bar chart & critical path serta mempunyai kemampuan analisis resiko yang baik.

    Berikut kita jabarkan peran dari seorang project manager dari 3 sudut pandang :

    1. Tanggung Jawab yang dimiliki seorang Project Manager
    2. Tantangan yang akan dihadapi seorang Project Manager
    3. Skill yang di butuhkan seorang Project Manager

    Tanggung Jawab seorang Project Manager

    Tanggung Jawab seorang Project Manager terdiri dari 4 (empat) cakupan antara lain :

    1. Proyek
    2. Organisasi
    3. Tim Kerja
    4. Project Manager itu sendiri

    Setiap tanggung jawab mempunyai fokus dan peran yang sedikit berbeda. Salah satu yang paling nyata adalah, tanggung jawab terhadap proyek, Seorang Project Manager harus mengontrol proyek yang ditanganinya. Proyek harus selesai sesuai dengan budget, sesuai dengan spesifikasi, dan waktu. Ke tiga aspek itu harus dipenuhi oleh seorang Project Manager.

    Seorang Project Manager juga mempunyai tanggung jawab terhadap organisasi. Proyek yang ditangani harus mempunyai return yang nyata terhadap organisasi. Taat kepada setiap kebijakan yang di keluarkan organisasi, harus mengambil keputusan dengan wewenang yang terbatas dari organisasi, dan juga kadang-kadang seorang Project Manager juga harus mengambil keputusan yang bukan yang terbaik bagi poyek tetapi terbaik buat Organisasi.

    Seorang Project Manager juga harus mempunyai tanggung jawab tehadap tim kerja yang di pimpinnya. Memang tidak mudah tanggung jawab yang harus di penuhi terhadap tim kerja. Seorang Project Manager harus memberikan feedback dari hasil pekerjaan proyek jika diperlukan, memberikan perhargaan terhadap anggota tim proyek yang mempunyai prestasi yang baik, dan tantangan yang paling sulit adalah menyeimbangkan antara kepentingan anggota tim, kepentingan tim, dan kepentingan proyek.

    Tanggung jawab Project Manager yang terakhir adalah tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Tanggung jawab ini tidak pernah di diskusikan di setiap buku project management, tapi ini penting, khususnya jika kamu sudah memilih project manager sebagai profesi yang kamu tekuni. Jika perusahaan mendukung karir anda sebagai proyek manager, beruntung bagi anda, dan selamat saya ucapkan !!. Jika tidak tentu ini menjadi masalah yang besar bagi anda.

    Skill yang diperlukan bagi seorang Project Manager

    Untuk melaksanakan tanggung jawab yang telah dijabarkan diatas, seorang project manager perlu memiliki skill yang bermacam-macam. Jadi skill dan kemampuan apa saja yang diperlukan bagi seorang Poject Manager agar bisa menjalankan proyek secara efektif?.

    Gary Heerken ( 2002) mengkategorikan skill & pengetahuan yang diperlukan seorang Project Manager menjadi 4 (empat) kategori :

    1. Project Management process skill
    2. Interpersonal & behavioral skill
    3. Technology management skill
    4. Desire personal traits

    Project Management Process skill

    Skill Proses manajemen proyek, bisa di sebut hard skill merupakan pengetahuan dan keahlian yang berhubungan dengan mekanisme dari manajemen proyek.

    Seorang Project Manager harus bisa menguasai teknik, tools manajemen proyek dan teknologi yang bisa diaplikasikan di proyek. Contohnya seorang project manager harus bisa membuat work breakdown structure, membuat network diagram, dan bisa mempersiapakan dokumen-dokumen yang diperlukan klien.

    Interpersonal dan Behavioral skill

    Memimpin proyek berarti mengatur dan menyelesaikan segala sesuatu melalui orang lain. Seorang Project manager harus mempunyai Interpersonal & Behavioral skill yang baik, bisanya disebut soft skill. Behavioral skill meliputi : gaya (style), Kelakuan pesonal (personnal conduct), dan pendekatan (approach).

    Technology Management Skill

    Banyak proyek yang melekat pada yang namanya teknologi. Teknologi menuju kepada proses dari proyek. Sebagai contoh, proses itu mencakup : pengembangan software, proses kimia, atau konstruksi komersial. Kemampuan kita mengkoordinasi proses teknologi ini sangat penting jika ingin menjadi seorang project manager. Beberapa skill manajemen teknologi yang perlu dikuasai leh seorang Project Manager yaitu :

    1. kemampuan dalam teknologi proyek
    2. Kemampuan dalam mendukung teknologi area
    3. Pengetahuan tentang industri
    4. Kemampuan dalam mempersiapkan spesifikasi teknis secara kompreshensif
    5. kemampuan dalam disain
    6. Pengetahuan produk
    7. Pengetahuan tentang proses
    8. Manajemen properti

    Desired Personal Skill

    Banyak studi yang meneliti korelasi antara ciri personal project manager dengan kesuksesan project manager. Walaupun hasil studi juga menunjukkan hasil yang berbeda, tetapi ada beberapa ciri yang dominan antara lain :

    1. Kejujuran dan integritas
    2. Berpikir seperti seorang generalis
    3. Toleransi terhadap sifat ambiguitas
    4. Toleransi terhadap ketidakpastian
    5. Keyakinan yang tinggi
    6. Tegas
    7. Orientasi pada proses
    8. Percaya diri/reflektif
    9. Terbuka dan mudah di akses
    10. Cerdas

    Seorang project manager adalah project manger yang mempunyai kemampuan di lapangan, dan diatas kertas, kemampuan dlam memimpin tim proyek. Seorang project manager yang sukses juga harus menguasai proses manajemen proyek, kemampuan dalam mengaplikasi teknologi, mempunyai interpersonal dan behavioral skill. (Willy)

    Daftar Pustaka

    Kleim R.L, Ludin I.R (1998), Project Management Practitioner’s Handbooks, McGraw-Hill

    Hall. E, Johnson. J (2002), Integrated Project Management, Prentice Hall

    Heerkens. G (2002), Project Management, McGraw-Hill

    sumber: http://goo.gl/zomOU

     
    • wahyu eko 8:53 pm on Oktober 7, 2011 Permalink | Balas

      salut untuk artikel ini dan penulisnya,,.terima kasih banyak

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal