Tagged: Poblem dalam Etika Profesi Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • GUI-de 10:51 am on June 18, 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , Poblem dalam Etika Profesi   

    Perbedaan Profesi dan Pekerjaan 

    Pengertian Profesi dan Pekerjaan
    I. Profesi
    Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
    Arti lain dari Profesi:

    1. Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
    2. Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
    3. Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
    4. Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

    Ciri-Ciri Profesi

    * Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

    * Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

    * Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.

    * Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

    * Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

    Syarat Suatu Profesi
    1) Melibatkan kegiatan intelektual.
    2) Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
    3) Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
    4) Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
    5) Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
    6) Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
    7) Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
    8) Menentukan standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.
    Seperti yang telah dijelaskan bahwa profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    Contoh Profesi: Seorang dokter, dimana seorang dokter tersebut harus mempunyai keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan dari pekerjaan sebelumnya akan tetapi keterampilan atau keahlian tersebut didapatkan dari pendidikan yang sesuai dengan apa yang telah dipelajari sebelumnya (pendidikan khusus).
    II. Pekerjaan
    Pada hakekatnya bekerja adalah kodrat manusia. Agama mengajarkan kepada kita bahwa ketika Adam jatuh dalam dosa dan dibuang ke dunia, maka saat itu juga manusia dikodratkan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Thomas Aquinas seperti yang dikutip Sumaryono (1995) menyatakan bahwa setiap wujud kerja mempunyai empat macam tujuan yaitu:
    1. Hasil dari melakukan pekerjaan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik kebutuhan akan pangan, sandang, papan maupun kebutuhan yang lain.
    2. Dengan adanya lapangan pekerjaan, akan mencegah terjadinya pengangguran yang berarti pula mencegah semakin merebaknya tingkat kejahatan.
    3. Manusia dapat berbuat amal dan kebaikan bagi sesamanya dengan kelebihan dari hasil pekerjaan yang dilakukannya. Manusia juga dapat melayani sesama melalui pekerjaan yang dilakukannya.
    4. Orang dapat mengontrol gaya hidupnya dengan melakukan suatu pekerjaan.
    Contoh Pekerjaan: Petugas administrasi, seorang petugas administrasi bisaberasal dari berbagai latar ilmu namun tidak demikian halnya dengan akuntan, pengacara, dokter yang membutuhkan pendidikan khusus.
    Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi. Seperti contoh di atas, pekerjaan staf administrasi tidak masuk dalam golongan profesi karena untuk bekerja sebagai staf administrasi seseorang bisa dari berbagai latar belakang pendidikan, pengetahuan dan pengalaman, sedangkan akuntan merupakan profesi karena seseorang yang bekerja sebagai akuntan haruslah berpendidikan akuntansi dan memiliki pengalaman kerja beberapa tahun di kantor akuntan.
    Dari beberapa uraian mengenai profesi seperti di atas, dapat disimpulkan beberapa catatan tentang profesi sebagai berikut:
    1. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan ketrampilan atau keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaanpekerjaan pada umumnya.
    2. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan sebagai sumber utama nafkah hidup dengan keterlibatan pribadi yang mendalam dalam menekuninya.
    3. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntuk pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui ketrampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi.

    PELANGGARAN KODE ETIK
    A. Kode Etik
    Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik adalah agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau yang membutuhkan. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Kode etik dibuat untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok yang berguna untuk kepercayaan masyarakat akan suatu profesi. Kode etik berfungsi sebagai pemandu sikap dan perilaku, manakala menjadi fungsi dari nurani.
    Setiap profesi harus mempunyai kode etik karena:
    1) Terkandung hakikat untuk mengembangkan pendalaman bidang profesinya dan mengembangkan makna serta pengabdian kepada masyarakat.
    2) Tanpa kode etik, pengembangan-pengembangan tersebut tidak akan terarah dan tidak terkoordinasikan dengan baik.
    3) Kode etik merupakan aturan-aturan yang diendapkan dari cita-cita dan kegiatan untuk mewujudkan cita yang luhur.
    4) Perumusan kode etik harus terarah pada standar perilaku yang terbaik dan idealisme tinggi.
    Pengembangan Kode Etik:
    a. Kode etik haruslah jelas dan spesifik
    b. Ketentuan kode etik harus masuk akal
    c. Kode etik harus melindungi kepentingan masyarakat umum.
    d. Ketentuan kode etik harus melebihi peringatan umum terhadap kebohongan dan penipuan
    e. Kode etik harus memperjelas pernyataan-pernyataan yang merupakan sasaran deal untuk diperjuangkan.
    Kode Etik yang Baik
    a) Mengangkat kedudukan profesi dalam pandangan masyarakat
    b) Mendorong semangat para profesi agar lebih bertanggung jawab
    c) Mengembangkan dan memelihara dukungan dan kerjasama dari kawan-kawan seprofesi dan anggota masyarakat pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan profesi.
    d) Menciptakan kebersamaan internal profesi untuk menciptakan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

    B. Kode Etik Profesi
    Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat. Apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan, dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki, yang tidak dipaksakan dari luar. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri. Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi, lengkap, tanpa catatan, dalam bahasa yang baik, sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya.
    Kesimpulan:
    a) Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi.
    b) Dari beberapa uraian mengenai profesi tersebut, dapat disimpulkan bahwa:
    1) Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan ketrampilan atau keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaanpekerjaan pada umumnya.
    2) Profesi merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan sebagai sumber utama nafkah hidup dengan keterlibatan pribadi yang mendalam dalam menekuninya.
    3) Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntuk pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui ketrampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi.
    c) c) Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional.
    d) Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.

    sumber: http://saungkangpurwa.blogspot.com

    Iklan
     
  • GUI-de 5:42 am on June 18, 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , Poblem dalam Etika Profesi   

    Kode Etik Profesi 

    Kebanyakan orang menganggap bahwa pekerjaan itu sama dengan profesi, sehingga orang beranggapan bahwa semua pekerjaan itu merupakan suatu profesi. Padahal tidak semua pekerjaan itu merupakan suatu profesi. Yang dimaksud degan profesi itu adalah :

    · Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.

    · Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purnawaktu).

    · Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.

    · Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

    Setelah memahami arti dari profesi tersebut, maka sekarang kita tinjau arti dari kode. Kode dapat diartikan sebagai tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.

    Sedangkan Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.

    Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa Kode Etik Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari (Menurut UU No.8 [Pokok-Pokok Kepegawaian])

    Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri.

    Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman. Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan, dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki, yang tidak dipaksakan dari luar. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri. Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi, lengkap, tanpa catatan, dalam bahasa yang baik, sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya. Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik.

    Dari pengertian Kode Etik Profesi tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari Kode Etik Profesi adalah :

    · Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.

    · Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.

    · Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.

    · Untuk meningkatkan mutu profesi.

    · Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.

    · Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.

    · Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

    · Menentukan baku standarnya sendiri.

    Selain tujuan di atas dapat disimpulkan pula bahwa fungsi dari Kode Etik Profesi adalah :

    · Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.

    · Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.

    · Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

    Sanksi dari pelanggaran Kode Etik Profesi adalah Sanksi moral dan Sanksi yang dikeluarkan dari organisasi masing-masing.

    Selain itu Kode Etik Profesi juga memiliki kelemahan-kelemahan. Kelemahan-Kelemahan dalam Kode Etik Profesi adalah :

    · Idealisme yang terkandung dalam kode etik profesi tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di sekitar para profesional, sehingga harapan terkadang sangat jauh dari kenyataan.

    · Memungkinkan para profesional untuk berpaling kepada kenyataan dan mengabaikan idealisme kode etik profesi. Kode etik profesi bisa menjadi pajangan tulisan berbingkai.

    · Kode etik profesi merupakan himpunan norma moral yang tidak dilengkapi dengan sanksi keras karena keberlakuannya semata-mata berdasarkan kesadaran profesional.

    · Memberi peluang kepada profesional yang untuk berbuat menyimpang dari kode etik profesinya.

    Beberapa faktor yang menyebabkan pelanggaran – pelanggaran Kode Etik Profesi adalah :

    · Pengaruh sifat kekeluargaan

    · Pengaruh jabatan

    · Pengaruh konsumerisme

    Sebagai contoh penerapan Kode Etik Profesi, berikut akan dibahas tentang Kode Etik seorang Profesional dalam bidang Teknologi Informasi (TI ) yaitu :

    · Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.

    · Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user ; ia dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya : hacker, cracker, dll).

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal